WeCreativez WhatsApp Support
Konsultasi kepada kami, gratis!
Hi, ada yang bisa kami bantu?

Benarkah Jika Perusahaan Menggunakan Aplikasi Canggih = Mengurangi Peran SDM Perusahaan?

Benarkah Jika Perusahaan Menggunakan Aplikasi Canggih = Mengurangi Peran SDM Perusahaan?

Halo Entrepreneur Indonesia!

Tahun 2019 ini kita benar-benar dibuat terkesima dengan kemajuan  teknologi digital yang sangat cepat berubah menjadi lebih canggih. Untuk dapat bersaing di era digital ini, perusahaan bukan hanya membutuhkan SDM dengan keterampilan khusus dan kualitas tenaga kerja yang mumpuni, tetapi juga modernisasi infrastruktur perusahaan.

Pernyataan diatas sudah tidak terdengar asing lagi bukan?

Ketika kita cermati, pernyataan itu memang tidak salah tetapi kemudian perhatian kita beralih pada dampak yang terjadi kepada peranan dari SDM perusahaan. Merupakan hal yang wajar jika berpikir bahwa peranan SDM akan bisa berkurang oleh kecanggihan aplikasi ataupun teknologi digital lainnya yang di pergunakan perusahaan. Karena secara umum sebagian besar pekerjaan yang awalnya dilakukan SDM dengan cara manual menggunakan tenaga fisik dapat lebih cepat dan akurat dika dilakukan oleh teknologi aplikasi. Sehingga jika dipikir sekilas, mungkin akan muncul pertanyaan, “berarti SDM kerjanya kurang bisa optimal?”. Wajar pula jika banyak yang mewacanakan bahwa teknologi digital akan bisa menggeser kebutuhan pengadaan tenaga kerja manusia karena disisi lain manusia harus bersaing dengan kecanggihan teknologi digital.  Hal ini memang menjadi pembahasan panjang di antara praktisi-praktisi teknologi, lingkungan, kemanusiaan, sosial atau ketenagakerjaan. Dalam artikel ini kita tidak akan coba menjawab prediksi apakah teknologi digital bisa menggeser kebutuhan pengadaan tenaga kerja manusia atau tidak. Karena ini berkaitan konteks, etika dan strategi penggunaan teknologi secara bijak sehingga perlu dilakukan kajian/penelitian dari berbagai disiplin ilmu. Oleh sebab itu kita akan lebih membahas tentang apakah benar apakah jika perusahaan menggunakan aplikasi canggih maka hal ini sama dengan mengurangi peran SDM.

Teknologi apapun, pada dasarnya adalah sebuah alat yang bertujuan untuk lebih memudahkan pekerjaan manusia. Nah, apakah jika sudah mudah maka sama dengan mengurangi produktivitas SDM perusahaan? Ada pernyataan menarik dari Sekjen Ketenagakerjaan Hery Sudarmanto saat membuka Seminar Nasional Human Resources Departement ASPHRI 2018, seperti berikut ini,  “Keberadaan praktisi SDM di perusahaan semakin dibutuhkan ketika perusahaan tersebut secara realistis melihat bahwa orang-orang yang bekerja diperusahaan tersebut, mulai dari posisi terbawah hingga para pemimpinnya, adalah merupakan aset perusahaan yang sangat perlu dipertahankan dan dikembangkan. Semuanya memiliki  potensi dalam bidang pekerjaannya masing-masing dan hal tersebut sangat bermanfaat bagi kelangsungan hidup perusahaan. Menghadapi tantangan fenomena disruption di era teknologi digital seperti sekarang ini, peran praktisi SDM sangat penting untuk selalu siap menghadapi perubahan dan terus berinovasi, menggantikan teknologi lama dengan teknologi digital yang hasilkan hal baru yang lebih efisien dan bermanfaat”

Jika merujuk pada pernyataan Sekjen Hery di atas maka kita mendapat kesimpulan umum bahwa justru peranan SDM sangatlah penting bagi kemajuan suatu perusahaan. Tetapi ada hal yang perlu kita cermati yakni tentang makna aset perusahaan dan potensi dalam pekerjaan masing-masing. Dari susdut pandang pentingnya SDM tersebut, memperlihatkan bahwa peran SDM tidak akan berkurang, bahkan justru akan bertambah karena produktivitas bukanlah hanya mengenai seberapa besar tenaga fisik yang di investasikan oleh SDM, tetapi lebih dari itu yakni inovasi dan ketepatan pemecahan masalah yang akan membawa perusahaan lebih adaptif dan produktif di era digital ini. Bagi SDM yang tidak memiliki keinginan untuk belajar dan terus berinovasi dalam bidang pekerjaannya, maka mungkin SDM seperti inilah yang dimaksudkan harus berlomba dengan teknologi. Tetapi bagi mereka yang memiliki potensi  dalam pekerjaannya masing-masing akan menempatkan teknologi digital sebagai mana mestinya, yakni sebagai alat yang mempemudah mereka melakukan pekerjaan sehingga dapat memiliki wkatu yang cukup untuk melakukan inovasi-inovasi dan pemecahan masalah atas bidang kerja yang digelutinya. Oleh karena itu, kemampuan adaptasi dan inovasi merupakan aspek penting yang perlu di bangun SDM Indonesia untuk menghadapi fenomena disruption di era digital. Jadi pada dasarnya aplikasi yang canggih justru malah akan bisa menambah produktifitas SDM jika SDM memiliki potensi untuk berkembang dan terus berinovasi di bidang pekerjaannya masing-masing.

 

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Compare
Wishlist 0
Open Wishlist Page Continue Shopping