WeCreativez WhatsApp Support
Konsultasi kepada kami, gratis!
Hi, ada yang bisa kami bantu?




Pengelolaan Data di Perusahaan Harus Di kelola & Terintegrasi Dengan Baik

<br/><br/><br/>Pengelolaan Data di Perusahaan Harus Di kelola & Terintegrasi Dengan Baik

Keberadaan berbagai departemen seperti departemen HR, keuangan, atau penjualan merupakan bagian yang sangat penting dari sebuah perusahaan. Sebab, data-data yang berasal dari departemen tersebut memiliki peran strategis bagi sebuah perusahaan terutama pada pengambilan keputusan yang secara langsung maupun tidak langsung akan mempengaruhi departemen lainnya. Supaya mendapatkan data dalam bentuk yang komperhensif, maka dari itu bagi sebuah perusahaan, pengelolaan dan integrasi data yang baik sangat di perlukan. Tapi bagaimana jadinya jika pengelolaan data di sebuah perusahaan tidak terkelola dan terintegrasi dengan baik?

  1. Dokumen perusahaan tidak terstruktur dan mudah hilang

Perusahaan kecil ataupun perusahaan yang sudah besar setiap harinya akan memproduksi dokumen baru misalnya yang berhubungan dengan data HR. Dimulai dari absensi, pengeluaran kebutuhan departemen HR, belum lagi jika perusahaan sedang melakukan rekrutmen karyawan baru. Data-data yang masuk tersebut perlu di rapikan sesuai klasifikasi tertentu. Misalnya saja pada absensi karyawan harian, berapa jumlah karyawan yang masuk dan tidak, alasan ketidak hadirannya apakah izin, sakit, ataukah cuti belum lagi screening dan penyimpanan dokumen pengajuan izin, sakit atau cuti tersebut. Contoh lainnya proses rekrutmen, mana pelamar yang akan di panggil interview, mana yang tidak, mana pelamar yang lolos ke tahap selanjutnya dan mana yang tidak dan seterusnya.  Jika hal ini terabaikan, maka akhirnya dokumen-dokumen tersebut tidak terklasifikasi dengan baik dan akan mudah hilang. Lalu bagaimana jika ini terjadi pada data yang sangat strategis bagi perusahaan? Tentu saja akan sangat berbahaya bukan?

 

  1. Meningkatkan stress karyawan

Ketika dokumen semakin menumpuk karena terjadi banyak kesalahan catat, atau klasifikasi yang tidak terstruktur dan pada akhirnya hilang. Karyawan harus mencari-cari letak kesalahan secara manual bahkan memulainya dari awal. Bayangkan jika data yang harus di kelola adalah data selama satu tahun! Berapa lama karyawan harus ‘mengulik’ masalah ini? Hal ini akan otomatis meningkatkan stress karyawan bukan? Lalu apa yang terjadi jika stress karyawan meningkat?

 

  1. Produktifitas semakin turun dan kehilangan kesempatan bisnis

Stress memang menjadi resiko bagi setiap pekerjaan. Tetapi jika stress karyawan ini tidak terkelola dengan baik karena penyebabnya berasal dari sistem pengelolaan perusahaan yang sudah tidak relevan lagi untuk menjawab tantangan yang ada bagaimana jadinya? Ya, hal ini akan berpengaruh pada produktifitas karyawan yang semakin menurun. Karyawan akan merasa sangat jenuh dengan masalah urusan teknis yang itu-itu lagi. Adapun perbaikan yang dilakukan secara teknis akan memakan waktu cukup lama. Selain itu, mengintegrasikan data menjadi bentuk yang komperhensif bukanlah pekerjaan yang mudah. Apabila perusahaan sulit menjawab tantangan ini, maka bisa saja perusahaan kehilangan kesempatan bisnisnya.

 

  1. Informasi bias dan ketidakjelasan follow-up dokumen

Nah, sekarang kita beralih pada tahap follow up dokumen. Tentu saja, dokumen yang telah tersaji akan diperlukan sebagai dasar pertimbangan perusahaan. Seperti pemberian salary atau reward/bonus maupun tindakan disipliner bagi karyawan. Tindakan yang tepat harus di ambil berdasarkan data yang akurat. Jika dokumen-dokumennya saja tidak tersimpan dengan baik, di tambah lagi peningkatan stress karyawan yang tidak terkelola maka sangat memungkinkan pula adanya bias informasi dan ketidakjelasan follow up dokumen. Misalnya karyawan yang tidak hadir tidak pernah di telusuri sebabnya, tetapi salary dan bonus tetap di bayarkan.

 

  1. Membahayakan Eksistensi Perusahaan

Sebenarnya mulai dari masalah nomor satu yang telah disebutkan, pada akhirnya akan mempengaruhi eksistensi perusahaan kedepan. Seperti contoh yang pembayaran salary dan bonus pada karyawan yang tidak pernah masuk. Jika hal ini di biarkan maka perusahan akan mengalami kerugian. Belum lagi karyawan yang merasa hal ini tidak adil, akan memicu mogok karyawan dan juga kerugian lainnya.

Solusi

Saat ini penerapan sistem IT di berbagai jenis usaha mulai dari UKM hingga perusahaan besar sudah sangat lumrah. Dengan kecanggihan sistem informasi, kita sudah tidak perlu lagi mengkhawatirkan masalah teknis pengelolaan data perusahan karena kini sudah ada teknologi berbentuk aplikasi seperti aplikasi HRM (Human Resources Management) untuk pengelolaan data HR, POS (Point Of Sales) untuk pengelolaan data transaksi toko ataupun ERP (Enterprise Resource Planning) untuk mengelola keseluruhan data antar departemen. Aplikasi-aplikasi tersebut akan membantu Anda mengelola data dengan lebih baik karena data terklasifikasi dan terintegrasi secara otomatis serta tersimpan dengan aman di database. Data bisa tersaji secara lebih komperhensif dan bisa dengan mudah di baca oleh semua orang yang berkepentingan untuk mengaksesnya. Dibanding harus stress dengan urusan teknis, Anda ataupun HR bisa beralih fokus dengan mengembangkan ide-ide inovatif demi kemajuan perusahaan berdasarkan data-data karyawan yang akurat dan real time!

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Compare
Wishlist 0
Open Wishlist Page Continue Shopping